Batam, News
| Jumat 30 Dec 2022 08:31 WIB | 1556
Petugas BMKG Hang Nadim Batam menunjukkan data mengenai kondisi cuaca Kota Batam, Provinsi Kepri dan sekitarnya, Jumat (
Setelah menunggu cukup lama, namun pesawat Lion Air yang membawa 207 penumpang ini tak
kunjung mendarat di Bandara Minangkabau,
Padang, akibat cuaca ekstrem tersebut,
hingga akhirnya pilot memutuskan kembali ke
Bandara Hang Nadim Batam.
Dalam istilan penerbangan, langkah pilot ini dinamakan
Return to Base alias RTB. Corporate Communications Strategic Lion Air, Danang Mandala Prihantoro
membenarkan kejadian itu.
Menurut Danang, keputusan untuk kembali ke bandara asal
(return to base) merupakan pilihan tepat guna memastikan keselamatan
penerbangan.
"Keputusan return to base adalah tepat sebagaimana
standar operasional prosedur untuk mengutamakan aspek keselamatan dan keamanan
penerbangan dikarenakan kondisi cuaca kurang baik di Bandar Udara Minangkabau,"
ujarnya saat dikonfirmasi TribunBatam.id, Kamis (29/12/2022).
Danang menambahkan, kondisi
cuaca ekstrem tersebut tidak memenuhi kualifikasi atau persyaratan untuk
operasional penerbangan (lepas landas dan mendarat) karena jarak pandang yang
cukup pendek.
"Operasional Lion Air sudah kembali diterbangkan
setelah bandar udara tujuan dinyatakan aman untuk penerbangan," tambahnya.
Pihaknya pun terus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan
seluruh pihak yang terkait dalam menajalankan operasional dan layanan
penerbangan.
Mengingat, keselamatan penerbangan menjadi prioritas utama
maskapai.
Untuk diketahui, pesawat
Lion Air JT-144 Boeing 737-900ER rute Batam (BTH) - Padang (PDG) sudah
kembali menerbangkan seluruh penumpang ke bandara tujuan.
Pada penerbangan kedua, pesawat dipastikan mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Minangkabau, Padang. Tercatat, penumpang pesawat itu terdiri dari 193 orang dewasa, 10 anak-anak dan empat balita. (NT/tri)