Batam
Anak Binaan LPKA Batam Panen Hasil Kebun dengan Antusias
Juliadi |
Rabu 06 Aug 2025 15:35 WIB
|
1101
Lapas/Rutan/LPKA/LPP
Anak binaan LPKA Batam memanen hasil kebun, Senin (4/8/2025). Foto : Adi
Matakepri.com, Batam -- Suasana semarak mewarnai area brandgang Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Batam, Senin (4/8/2025).
Anak binaan tampak antusias memanen hasil kebun mereka, berupa buah pare dan sawi, yang telah dirawat dengan penuh kesabaran dan ketekunan.
Kegiatan panen ini merupakan bagian dari program pembinaan keterampilan berkebun yang rutin dilaksanakan di LPKA Batam. Proses berkebun dilakukan secara bergilir, mulai dari menyemai, menyiram, merawat, hingga panen. Sistem panen yang dilakukan secara berkala ini memungkinkan sirkulasi hasil panen yang berkelanjutan dan efisien.
Kepala LPKA Batam, Faizal Gerhani Putra melalui Staf Seksi Pembinaan
Febri Erianto, menjelaskan bahwa keterampilan berkebun merupakan bagian penting dari pembinaan kemandirian bagi anak binaan.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin membekali anak binaan dengan keterampilan hidup yang bermanfaat. Berkebun tidak harus memiliki lahan luas. Dengan memanfaatkan pekarangan dan polybag, siapa pun bisa mulai bertani," tuturnya.
Menghargai Proses Produksi Pangan
Lebih dari sekadar kegiatan bercocok tanam, program ini juga mengajarkan anak binaan untuk lebih menghargai proses produksi pangan. Mereka diajak memahami bahwa setiap makanan yang dikonsumsi melalui proses panjang, mulai dari benih hingga siap panen, yang memerlukan kerja keras dan ketelatenan.
Kegiatan ini sejalan dengan salah satu dari 13 Program Akselerasi yang dicanangkan oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI, khususnya dalam hal penguatan ketahanan pangan sebagai bagian dari pembinaan warga binaan di lingkungan pemasyarakatan.
Lanjut katanya, LPKA Batam terus mendorong pengembangan program-program kemandirian semacam ini sebagai bentuk nyata pembinaan anak binaan.
Bekal Berharga untuk Masa Depan
Diharapkan, keterampilan yang diperoleh selama menjalani masa pembinaan dapat menjadi bekal berharga bagi anak binaan saat kembali ke tengah masyarakat kelak. (Adi)
Redaktur : ZB
Share on Social Media