Batam

Wali Kota Batam Pimpin Apel Kebersihan, Soroti Permasalahan Sampah yang Bikin Malu

Juliadi | Senin 08 Sep 2025 11:38 WIB | 1128

Pemko Batam


Apel bersama petugas kebersihan, Minggu (7/8/2025). Foto : Adi


Matakepri.com, Batam -- Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, secara langsung memimpin apel bersama Satuan Tugas (Satgas) Kebersihan di Dataran Engku Putri, Batamcentre, pada Minggu (7/9/2025). 


Apel ini menjadi penegasan serius dari pemerintah kota untuk mengatasi isu kebersihan yang menjadi sorotan utama warga.


Dalam amanatnya, Amsakar menekankan bahwa kebersihan kota adalah tanggung jawab bersama. 


Ia merasa malu ketika kemajuan pesat Batam ternodai oleh tumpukan sampah di pinggir jalan, sebuah kondisi yang sering dikeluhkan masyarakat dan disaksikan langsung oleh tamu dari luar daerah.


"Bagi kita, kota yang molek ini jika sampah berserak di mana-mana artinya memalukan. Kita harus bertekad dan berikhtiar menjadikan Batam bersih," tegas Amsakar.


Solusi Strategis untuk Atasi Sampah
Apel ini juga menjadi wujud apresiasi pemerintah terhadap kerja keras para petugas kebersihan. Kehadiran pejabat tinggi, termasuk Ketua DPRD Batam, menunjukkan adanya dukungan penuh untuk memperkuat upaya kebersihan. Pemerintah Kota (Pemko) Batam pun telah mengambil langkah-langkah konkret, yaitu:

1. Penambahan Armada Kebersihan: Pemko Batam menambah jumlah kendaraan pengangkut sampah.
2. Pembentukan Tiga UPT Kebersihan: Tiga Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kebersihan dibentuk untuk melayani tiga kecamatan berbeda, masing-masing dilengkapi dengan insinerator berkapasitas 30-40 ton per hari.


Langkah-langkah ini merupakan bagian dari "ikhtiar serius" untuk membenahi persoalan sampah. 


Amsakar meminta seluruh pihak, termasuk masyarakat, untuk bergerak bersama dan menghentikan praktik-praktik yang merusak lingkungan.


Retribusi dan Pengawasan

Selain penambahan sarana dan prasarana, Amsakar juga menyoroti masalah retribusi sampah. Dengan target Rp38 miliar, capaian retribusi saat ini dinilai belum sebanding dengan jumlah rumah tangga yang ada. 


Ia menginstruksikan agar sistem retribusi diperbaiki dan para petugas bekerja sesuai standar.


Sebagai bentuk transparansi dan responsif terhadap keluhan masyarakat, Amsakar juga menginstruksikan pembuatan narahubung khusus untuk pengaduan terkait sampah. 


"Kalau retribusi tak jelas dan sampah tak bersih, ini akan jadi masalah. Seiring penambahan armada, mari kita benahi bersama," pungkasnya.


Apel ini dihadiri oleh jajaran pejabat Pemko Batam dan Ketua DPRD Batam, menunjukkan komitmen kuat seluruh pihak dalam mewujudkan Batam yang bersih dan bebas sampah. (Adi) 


Redaktur : ZB



Share on Social Media