Batam

Maulid Nabi di Batam, msakar Ajak Warga Jaga Keutuhan Bangsa

Juliadi | Sabtu 13 Sep 2025 15:44 WIB | 951

Pemko Batam


Peringatan maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H, Jumat (12/9/2025). Foto : Adi


Matakepri.com, Batam -- Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kota Batam tahun 2025 menjadi momen istimewa yang digabungkan dengan doa kebangsaan. Acara yang digelar di Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah, Batuaji, pada Jumat (12/9/2025), ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dan ribuan warga yang datang dengan antusias.


Amsakar mengapresiasi kehadiran masyarakat yang datang secara sukarela, menegaskan bahwa hal ini menunjukkan komitmen warga untuk menjaga kondusivitas Batam. 


Ia mengungkapkan bahwa acara ini sengaja ditunda dari jadwal semula karena eskalasi situasi nasional yang sempat mengkhawatirkan. Penundaan ini dimaksudkan agar peringatan Maulid Nabi bisa disejalankan dengan doa kebangsaan, menumbuhkan semangat persatuan di tengah masyarakat.


"Alhamdulillah, di tengah eskalasi nasional beberapa waktu lalu, Batam tetap rukun dan aman. Itu karena warga, pemangku kepentingan, dan Forkopimda mampu menjaga soliditas serta kebersamaan," ujar Amsakar.


Ia menambahkan, kehadiran warga yang tidak melalui mobilisasi menjadi kebanggaan tersendiri. 


"Mudah-mudahan apa yang kita lakukan malam ini bernilai ibadah di sisi Allah, sekaligus membawa keberkahan bagi negeri yang kita cintai," tambahnya.


Makna Maulid Nabi dan Misi Kerasulan
Dalam sambutannya, Amsakar mengajak hadirin untuk mengambil teladan dari Rasulullah SAW. Menurutnya, ada tiga kata kunci penting yang harus dipegang teguh, yaitu Al-Amin (dapat dipercaya), Khataman Nabiyyin (penutup para nabi), dan Uswatun Hasanah (suri teladan yang baik). 


"Pola sikap, tindakan, dan perilaku Rasulullah SAW harus menjadi teladan bagi kita semua," katanya.


Acara ini juga diisi dengan tausiah dari Ustaz Hilmi Firdausi. Ia menekankan misi utama Rasulullah adalah untuk menyempurnakan akhlak. 


"Innama buistu liutammima makarimal akhlaq," ucap Ustaz Hilmi.


Ia menjelaskan bahwa jahiliyah bukan berarti bodoh secara intelektual, melainkan menolak kebenaran. 


"Banyak tokoh pada masa itu pintar, bahkan Abu Jahal dikenal sebagai ahli hukum, setara doktor hukum zaman sekarang. Namun, ia digelari Abu Jahal karena menolak kebenaran," jelasnya.


Ustaz Hilmi juga memuji kondusivitas Batam yang terjaga dengan baik. 


Ia berpesan agar masyarakat tetap menyampaikan aspirasi secara bermartabat dan tidak merusak fasilitas umum.


Peringatan Maulid Nabi yang digabungkan dengan doa kebangsaan ini menjadi pengingat penting bagi seluruh warga Batam untuk terus merawat kerukunan dan persatuan, menjadikan teladan Rasulullah sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat. (Adi) 


Redaktur : ZB



Share on Social Media