Batam, Pendidikan

Perwako Mulok Batam Ditegaskan, Jaga Identitas Daerah

Juliadi | Kamis 20 Nov 2025 21:26 WIB | 1411

Pemko Batam
Pendidikan


Wali Kota Batam, Amsakar Aachmad usai kegiatan, Kamis (20/11/2025). Foto Adi


Matakepri.com, Batam -- Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan pentingnya mata pelajaran Muatan Lokal (Mulok) sebagai benteng pertahanan karakter generasi muda Batam dari gempuran budaya global.


Penegasan ini disampaikannya saat membuka Pelatihan Pengembangan Perangkat Ajar Muatan Lokal di Gedung LAM Batam, Kamis (20/11/2025). 


Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam dan merupakan tindak lanjut dari Peraturan Wali Kota (Perwako) Nomor 16 Tahun 2025.


Amsakar mengapresiasi Disdik Batam yang sigap mengimplementasikan kebijakan tersebut. Ia menekankan bahwa Mulok bukan hanya sekadar pemenuhan administrasi pembelajaran, melainkan kebutuhan mendesak untuk menanamkan kearifan dan jati diri daerah.


 “Saya mengapresiasi apa yang dilakukan Dinas Pendidikan, muatan lokal ini penting karena mencerminkan kearifan lokal. Nilai-nilai itu harus ditransformasikan kepada peserta didik agar mereka tetap membumi dan tidak tercerabut dari identitas daerah,” tegas Amsakar.


Amsakar menyoroti posisi strategis Batam sebagai kota metropolis yang berinteraksi multi-nasional. Dinamika sosial, ekonomi, dan budaya lintas negara menuntut perhatian serius agar identitas masyarakat lokal tetap kuat.


Lebih lanjut, ia mengingatkan tentang tantangan era bonus demografi di Indonesia, di mana dominasi usia produktif berhadapan dengan generasi muda yang akrab dengan budaya global namun cenderung menganggap nilai lokal kurang menarik.


“Mereka adalah generasi yang sudah akrab dengan budaya global, sementara nilai lokal dianggap kurang menarik. Karena itu, kita harus memberi pemahaman dan pengetahuan yang tepat,” jelasnya.


Oleh sebab itu, Ia menyebut Mulok sebagai benteng utama dalam pembentukan karakter anak-anak di tengah derasnya arus informasi dan perubahan gaya hidup.


“Kepribadian lokal dan jati diri yang tertanam melalui muatan lokal ini harus kita jaga. Itulah benteng pembentukan karakter anak-anak kita,” tutupnya. (Adi) 


Redaktur : ZB



Share on Social Media