Karimun

IPAL Jarang Difungsikan, Limbah B3 Medic Centre Dibuang ke Pemukiman Warga

Andhika | Senin 28 Oct 2019 16:41 WIB | 501



Keterangan foto : salah satu kru Mata Kepri mengambil sample cairan yang ke luar dari retakan selokan yang merembes ke


MATAKEPRI.COM Karimun - InstalasiPengolahan Air Limbah (IPAL)-nya jarang diaktifkan, sehingga kuat dugaan Klinik Medic Centre yang berada di Jl. Jenderal Ahmad Yani No.70, Baran, Meral, Kabupaten Karimun ini, membuang Limbah B3  cairnya ke selokan yang langsung ke pemukiman warga.

Sumber Mata Kepri yang tak ingin namanya disebut menjelaskan, IPAL Medic Centre itu diaktifkan seminggu sekali. Sejatinya, IPAL tersebut diaktifkan minimal 2 jam setiap hari.

Parahnya lagi, Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang berukuran 3 m x 3 m itu, cepat penuh. Sehingga Limbah B3 cair tadi dibuang begitu saja ke selokan air hujan dan berakhir ke pemukiman warga. Padahal idealnya, ukuran TPS Limbah B3 itu 4 m x 6 m.

Belum lagi kolam penampungan akhir yang selalu kosong. Seharusnya, kolam tersebut berisi ikan nila. Sehingga air dari olahan IPAL itu baru boleh dialirkan setelah ikan nila tersebut tidak mati.

"Tepat di sudut selokan air hujan itu, retak. Sehingga Limbah B3 cair tadi akan ke luar dari celah retakan selokan. Akibatnya Limbah B3 itu akan merembes ke luar tembok klinik dan jatuh ke kolam kecil di belakang tembok bangunan," terangnya, Senin (28/10/2019) di Karimun.

Lebih jauh diterangkan, saluran pipa ke IPAL hanya dari ruang Laboratorium dan Kamar Operasi. Sedangkan  pembuangan dari wastafel dan praktek gigi memiliki saluran tersendiri dan ditanam di bawah selokan air hujan. Namun, saluran itu langsung mengalir ke tanah warga yang ada di belakang klinik.

"Ujung pipa saluran itu memang berjarak 30 meter dari warga, tapi cairan dari wastafel bekas cuci tangan setelah operasi dan larutan kimia lainnya, dibuang begitu saja ke comberan. Padahal ribuan bakteri jahat terikut. Dan cairan itu langsung ke tanah warga," terangnya.

Warga sekitar, Heri (55) mengungkapkan, jika hujan deras turun, kolam kecil di belakang klinik itu menjadi tempat bermain dan berenang anak-anak sekitar. Sehingga, tanpa disadari, anak-anak tadi terpapar bakteri jahat dari Limbah B3 cair Klinik Medic Centre tersebut.

"Mungkin saat ini belum terlihat dampaknya yang signifikan. Tapi dapat dipastikan, anak-anak tadi sudah terjangkiti virus jahat yang berasal dari klinik ini. Kami ini hanya dapat penyakit dari klinik itu sedangkan pekerjaan, masyarakat sekitar tidak diberi kesempatan," ungkapnya.

Menanggapi hal itu, pemilik Klinik Medic Centre, Ermi Janti mengatakan, pihaknya telah melakukan pengolahan air Limbah B3 Medic Centre dengan benar sesuai aturan. Bahkan, laporan pengelolaan Limbah B3 Medic Centre diberikan ke instansi terkait, secara kontinyu.

"Tidak benar yang dilaporkan itu. Klinik kami senantiasa taat aturan. Logikanya, kami bergerak di bidang kesehatan, jadi tidak lah mungkin klinik ini malah menularkan penyakit ke masyarakat," paparnya.  

Sedangkan Bidang Kesehatan Lingkungan (Kesling) Medic Centre, Hendri Asmar Tampubolon mengatakan, info yang diberikan itu adalah fitnah dari oknum tertentu.

"Silakan dipertanyakan ke Dinas Kesehatan dan Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Karimun soal pengelolaan Limbah B3 kami. Sebab, instansi itulah yang lebih berwenang memberikan penjelasan," katanya.

Menariknya, Hendri malah meminta masyarakat yang merasa  terpapar Limbah B3 cair mereka itu dihadirkan di hadapannya. 

Bahkan, ketika kru media ini meminta meninjau IPAL mereka, Hendri menolak dengan alasan bukan wewenang media melakukan itu.

"Maaf, kami keberatan. Ada instansiyang lebih berhak meninjau IPAL kami," tegasnya.

(Udn)



Berita Terkait

Tidak ada berita terkait