Batam, News
| Rabu 30 Oct 2019 14:40 WIB | 964
Banjir di jalan Brigjen Katamso, di area pembangunan drainase.
MATAKEPRI.COM, Batuaji - Hujan yang sering menyebabkan banjir dijalan Brigjen Katamso saat hujan mulai melanda khususnya di area Batuaji, sebenarnya tak membuat heran para pengguna jalan yang setiap hari berlalu lalang di jalan tersebut.
Namun, kali ini para pengendara yang harus melewati jalan Brigjen Katamso, atau lebih tepatnya di area pembangunan Box Culvert dari perumahan Cipta Grand City, di Tanjung Uncang, dengan air yang setinggi pinggang saat hujan mengguyur area tersebut.
Arya, yang merupakan warga Tanjung Uncang, yang hampir setiap hari melewati jalan tersebut mengatakan bahwa banjir dilokasi tersebut memang sering terjadi, tapi tak sampai separah itu, karena biasanya hanya setinggi mata kaki saja.
Namun, sejak adanya pembangunan drainase yang juga menutup salah satu ruas jalan tersebut, banjir yang sangat parah sudah sering terjadi.
"Seingat saya sudah dua kali terjebak banjir dilokasi tersebut, dan tidak bisa jalan kemana-mana lagi saat hujan turun," kata nya belum lama ini.
Meskipun dia tidak mengetahui persis pembangunan tersebut dilakukan oleh pihak mana, yang pasti dia berharap agar pembangunan tersebut bisa bisa dengan cepat di selesaikan.
Dan tidak berlarut-larut dalam pengerjaan nya."kalau pengerjaannya lama, pasti dilokasi tersebut akan menimbulkan banjir serupa lagi. Terlebih saat ini telah masuk musim penghujan," Ucap nya.
Keluhan pun di sampaikan oleh Ilham (26), yang saat itu tengah melewati jalan tersebut. Bukan hanya banjir yang terjadi di lokasi tersebut saat hujan telah turun, tapi lumpur yang memenuhi salah satu ruas jalan juga sangat menggangu para pengguna jalan saat tengah melintas.
"Bahkan cukup membahayakan pengguna jalan , khususnya kendaraan roda dua. Selain licin juga percikan lumpur nya itu," Kata nya.
Dan lumpur tersebut pun langsung menjadi debu yang berterbangan, beberapa saat kemudian setelah cuaca panas.
"Belum pernah sih saya liat ada penyiraman jalan yang dilakukan, untuk membersihkan lumpur atau gumpalan tanah yang telah mengotori badan jalan tersebut," pungkasnya. (AM)