Batam, News

Korban Tewas Paska Ledakan MT Federal II Menjadi 13, Dua Pekerja Masih Kritis

Riki | Senin 20 Oct 2025 21:01 WIB | 772

Kapal Meledak
ASL Shipyard


Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Debby Tri Andrestian saat diruangan kerjanya (foto:Egi)


Matakepri.co.id Batam - Setelah mendapatkan perawatan secara intensif di Rumah Sakit Mutiara Aini, Kota Batam, Kepulauan Riau, korban paska meledak nya kapal tanker MT Federal II kembali bertambah. Dengan demikian, jumlah korban meninggal dunia menjadi 13 orang pekerja. Sementara dua pekerja yang masih dalam keadaan kritis masih harus di rawat intensif di rumah sakit.


Tiga korban meninggal dunia atas nama Roni Andreas Harefa, Imam dan Edison. Korban sebelumnya menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Mutiara Aini sejak kejadian rabu pagi.


Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Debby Tri Andrestian mengatakan, dengan demikian sudah ada 13 korban meninggal paska peristiwa meledaknya kapal federal II di galangan kapal Pt ASL Tanjung Uncang Kota Batam.


"Saat ini masih ada dua korban yang masih menjalani perawatan intensif di ruang ICU Mutiara Aini, dengan luka bakar sekitar 50 persen. Jenazah para korban kemudian di bawa ke rumah sakit Bhayangkara Polda Kepri untuk dilakukan pemulasaran sebelum akhirnya diserahkan ke pihak keluarga," kata Debby, Senin (20/10/2025) malam di Mapolresta Barelang kepada media.


Lanjutnya, hingga saat ini sudah ada 13 korban meninggal dari meledaknya kapal tangker Mt Federal II yang sedang dilakukan perbaikan di tangki kapal.


"Sementara Tim Labfor Mabes Polri juga telah melakukan penyelidikan di lokasi kejadian meledaknya lambung kapal MT Federal II," bebernya.


Selain 13 korban meninggal dunia, masih ada 16 korban lainnya yang dirawat di sejumlah rumah sakit  di sekitar lokasi kejadian.


"Sementara itu untuk mengetahui penyebab kebakaran dan ledakan kapal, pihak kepolisian Polresta Barelang bersama Labfor Mabes Polri  telah melakukan olah tempat kejadian perkara," imbuhnya.


Hingga saat ini Satreskrim Polresta Barelang sudah memeriksa 22 orang saksi dari pihak perusahan PT ASL dan para pekerja dari  subcon, (Egi)


Redaktur: ZB



Share on Social Media