Batam

Amsakar: Kritik Boleh, Asal Membangun

Juliadi | Senin 27 Oct 2025 19:36 WIB | 918

Pemko Batam


Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra menyerahkan insentif tokoh agama, Senin (27/10/2025). Adi


Matakepri.com, Batam -- Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mendesak para tokoh agama untuk bertransformasi menjadi agen perubahan budaya di tengah masyarakat, khususnya dalam mengatasi isu krusial seperti masalah sampah dan penegasan karakter. 



Amsakar menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan pemuka agama adalah kunci untuk menciptakan Batam yang harmonis dan madani," ungkap Amsakar didampingi Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra, saat berdialog dengan Ikatan Pendeta Menetap Batam (IPMB) dalam acara penyerahan insentif periode III di Kantor Wali Kota Batam, Senin (27/10/2025).


Amsakar menyoroti bahwa masalah terbesar Batam saat ini bukan terletak pada alat atau anggaran, melainkan pada karakter dan budaya masyarakat. 


Ia mengajak para pendeta untuk memobilisasi jemaat agar menjaga kebersihan lingkungan, sejalan dengan ajaran agama yang mengedepankan kebersihan.


 "Masalah sampah bukan semata urusan alat atau anggaran, tapi soal karakter dan budaya. Karena itu, saya mengajak seluruh tokoh agama menjadi agen perubahan perilaku," ujarnya.


Ia juga menekankan pentingnya membangun komunikasi dua arah sebagai upaya menyatukan pandangan dan tujuan pembangunan. 


Menurutnya, perbedaan pandangan tidak boleh menjadi alasan untuk saling menyalahkan.



"Batam tidak butuh orang yang sibuk mencari penyakit orang lain. Kota ini memerlukan orang-orang yang mau membangun cerita baik, kolaborasi, dan langkah bersama," tegasnya.


Lebih lanjut, Wali Kota yang  ini menerima sikap kritis dari masyarakat dan tokoh agama, namun ia mengingatkan agar kritik tersebut harus bersifat konstruktif.


"Kritik boleh, tapi jadikan itu kritik yang membangun. Kalau mazhab kita sama, maka setiap kritik akan membawa perbaikan, bukan perpecahan," ucapnya.


Ia menekankan pentingnya sinergi untuk menguatkan, bukan melemahkan.
Komitmen Program Prioritas Tetap Terjaga
Di tengah tantangan penyesuaian transfer dana pusat sebesar Rp438 miliar. (Adi) 


Redaktur : ZB



Share on Social Media