Batam, News
Riki | Selasa 04 Nov 2025 18:52 WIB | 735
Kalapas Yosafat Rizanto beserta jajaran pegawai Lapas Batam. (Foto: Riki)
Matakepri.co.id, Batam – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Batam menggelar acara silaturahmi dan perkenalan dengan Kepala Lapas yang baru, Yosafat Rizanto, pada Selasa (4/11/2025). Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut dihadiri oleh awak media dan jajaran pegawai Lapas Batam.
Dalam sambutannya, Kalapas Batam Yosafat Rizanto menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para jurnalis yang selama ini berperan dalam menyebarkan informasi positif tentang kegiatan pembinaan di lingkungan lapas.
Selain memperkenalkan diri, Yosafat juga fokus kepada beberapa tantangan dan langkah pembenahan di Lapas Batam, di antaranya terkait penanganan penyakit kulit yang dialami sebagian warga binaan.
“Kami sedang mempersiapkan langkah penanganan bukan hanya terhadap penyakit scabies, tapi juga dermatitis. Kedua penyakit kulit ini gejalanya hampir mirip dan harus segera ditangani agar tidak menyebar,” jelasnya.
Lanjutnya, ia juga mengatakan bahwa Lapas mempunyai satu dokter dan dua perawat untuk tindakan pengobatan yang diperlukan di dalam Lapas.
Saat ditanya wartawan terkait kebutuhan akan fasilitas keamanan yang lebih modern, seperti alat X-ray untuk mendukung pemeriksaan barang bawaan di lapas, Yosafat menyebut mesin tersebut masih butuh perbaikan.
“X-ray ini sangat membantu dalam mendukung keamanan di lapas. Namun, karena anggarannya langsung dari pusat, kami masih menunggu alokasi untuk pengadaan baru,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa beberapa peralatan X-ray di sejumlah lapas lain sudah mengalami kerusakan akibat usia pakai. Untuk itu, pihaknya berharap ada perhatian dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) guna memperkuat sistem keamanan di daerah.
Lebih lanjut, Yosafat mengungkapkan bahwa Lapas Batam berkomitmen meningkatkan kualitas warga binaan agar lebih bisa diterima kembali oleh masyarakat (back to society). Yakni dengan memberikan bermacam-macam pelatihan, kursus maupun menggandeng swasta dalam sertifikasi untuk meningkatkan keahlian para warga binaan. (Riki)
Redaktur: ZB