Batam
November 2025 Tuntas! Batam Pasang Booster Atasi Keluhan Air Bersih
Juliadi |
Jumat 07 Nov 2025 19:59 WIB
|
963
Pemko Batam
Wali Kota-Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad-Li Claudia Chandra, Jumat (7/11/2025) Foto : Adi
Matakepri.com, Batam -- Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra mempercepat penanganan masalah distribusi air bersih yang berlarut di kawasan dataran tinggi, khususnya Batu Merah dan Tanjung Sengkuang, Batuampar.
Amsakar menegaskan komitmennya dengan turun langsung ke lokasi dan menjanjikan penuntasan masalah dalam waktu dekat dan jangka panjang.
Dari hasil peninjauan, Amsakar menemukan akar masalah terletak pada ketidakmampuan sejumlah tandon mendorong aliran air ke wilayah atas (dataran tinggi). Menanggapi keluhan warga yang mendambakan pemerataan tekanan air, instruksi segera diberikan kepada tim teknis BP Batam.
"Kami sudah perintahkan tim teknis mengatur ulang tekanan air. Sebagai langkah cepat, booster pump (pompa pendorong) telah dipasang untuk memperkuat tekanan air menuju dataran tinggi," ungkap Amsakar, Jumat (7/11/2025).
Pekerjaan pemasangan dan optimalisasi booster pump ini ditargetkan selesai pada pertengahan November 2025. Selain itu, Pemko juga tengah mengoptimalkan fungsi Tangki Seribu (ozon), penopang utama distribusi air di Batu Ampar.
Selain solusi cepat, Amsakar-Li Claudia telah menyiapkan solusi permanen. Rencana pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru telah disiapkan, dengan proses lelang dan anggaran yang sudah berjalan.
IPA baru ini ditargetkan mulai dikerjakan pada tahun 2026 dan diharapkan rampung dalam tiga bulan kalender kerja.
"Upaya permanen ini diharapkan menjadi solusi bagi warga yang selama ini terdampak," tegas Amsakar.
Ia menambahkan bahwa pembangunan IPA akan didukung dengan peningkatan kapasitas waduk dan pembangunan pipa baru menuju Tangki 1000 dan Tangki Bukit Senyum.
Pipa baru dan sistem pompa ini akan mengoptimalkan Tangki Seribu yang berkapasitas 2 X 6.000 meter kubik, yang dirancang untuk melayani hingga 600 ribu jiwa.
"Kami berikhtiar semaksimal mungkin agar pembangunan ini benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, terutama di wilayah dataran tinggi," tutupnya. (Adi)
Redaktur : ZB
Share on Social Media