Batam, News

Puluhan Driver Online di Batam Diduga Ditipu Oknum Jaringan ‘Percepatan Akun Grab’

Riki | Rabu 04 Mar 2026 15:16 WIB | 608

Motor/Mobil


Kantor Grab Batam, di Teluk Tering, Batam Center. (Foto: Egi)


Matakepri.com, Batam - Puluhan pengemudi transportasi online di Batam diduga menjadi korban penipuan berkedok pembuatan akun mitra Grab. Kasus ini mencuat setelah Organisasi Keluarga Komunitas Driver Online (KOMANDO) menerima serangkaian laporan dari anggotanya.


Korban mengaku diminta membayar biaya “percepatan akun”, yakni sekitar Rp600 ribu untuk roda dua dan Rp1,5 juta–Rp2 juta untuk roda empat. Namun banyak akun yang dibuat ternyata berasal dari luar Batam sehingga tidak bisa digunakan—bahkan sebagian tak pernah diselesaikan meski pembayaran sudah dilakukan.


Dari penelusuran internal KOMANDO, seorang oknum driver Grab berinisial PNJ diduga menjadi penghubung dalam jaringan ini. PNJ diamankan komunitas dan dalam interogasi internal disebut tidak bergerak sendiri. Ia diduga bekerja bersama END dan RI, yang berperan mencari calon korban dari berbagai komunitas driver.


Selain penipuan akun, komplotan ini juga diduga menawarkan penjualan jaket dan aksesori Grab fiktif serta meminjam uang ke sesama driver.


Kerugian yang awalnya diperkirakan Rp20 juta kini membengkak hingga sekitar Rp50 juta setelah lebih banyak korban melapor.


Kasus ini memicu kemarahan para pengemudi. Puluhan driver mendatangi kantor Grab Batam pada Senin (2/3) malam untuk meminta klarifikasi soal dugaan keterlibatan oknum internal.


Ketua Satgas KOMANDO, Feryandi Tarigan, membenarkan aksi tersebut. Ia menegaskan pungutan liar berkedok percepatan akun sudah lama meresahkan.


“Kami menerima banyak laporan soal pungutan pembuatan akun. Setelah kami telusuri, benar ada oknum yang bermain dan merugikan driver sendiri,” ujarnya.


Salah satu korban bahkan mengalami kerugian hingga Rp20 juta akibat kombinasi penipuan akun dan pinjaman uang.


Menurut Feryandi, kasus ini diduga hanya puncak gunung es. KOMANDO meyakini masih ada kaki-kaki jaringan serupa yang berkeliaran di komunitas driver online di Batam.


Ia berharap perusahaan dan aparat segera turun tangan agar praktik serupa tidak berulang dan korban mendapat keadilan.


Hingga berita ini diterbitkan, media ini mencoba menghubungi pihak Grab Batam untuk mendapatkan respons. (Egi)


Redaktur: ZB



Share on Social Media