Nasional , News
Riki | Jumat 06 Mar 2026 11:25 WIB | 425
Lantai dapur MBG di Krayan Selatan. (Foto: Detik.com)
Matakepri.com, Nunukan - Sejumlah pekerja pembangunan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Krayan Raya, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, mengaku belum menerima upah meski proyek telah rampung sejak Desember 2025.
Salah satu pekerja di Desa Long Layu, M. Bahlil Bach, mengatakan para tukang sempat dikejar target agar pembangunan lantai dapur segera selesai. Demi mengejar tenggat, banyak pekerja bahkan meninggalkan pekerjaan utama mereka sebagai petani.
“Yang penting selesai sesuai target,” kata Bahlil, dikutip dari Detik Jumat (6/3).
Namun hingga kini, pembayaran upah tukang dan biaya material disebut belum dilunasi. Menurut Bahlil, masalah ini tidak hanya terjadi di satu lokasi.
Ia menyebut sedikitnya delapan titik dapur MBG di Krayan Raya terdampak keterlambatan pembayaran, yakni di Desa Long Umung, Pa’ Kabuan, Tanjung Karya, Long Layu, Pa’ Upan, Long Rungan, Long Padi, dan Binuang.
Keluhan serupa disampaikan pekerja asal Tanjung Karya bernama Ibud. Ia mengatakan dari sembilan rencana pembangunan dapur MBG di wilayah tersebut, satu titik di Desa Wa’ Yagung bahkan belum bisa dikerjakan karena kendala medan dan mobilisasi material.
“Tagihan material lokal dan toko juga belum dibayar oleh kontraktor,” ujarnya.
Koordinator lapangan proyek yang dikenal sebagai Mas Uut membenarkan adanya keterlambatan pembayaran. Ia menyebut kontraktor pemegang kontrak kegiatan dapur MBG wilayah 3T tengah berupaya mencari dana untuk melunasi kewajiban tersebut.
Menurutnya, sebagian pembayaran memang sudah dilakukan secara bertahap, namun masih ada sisa upah tukang dan tagihan material yang belum diselesaikan.
“Kontraktor sedang mengusahakan dana melalui pinjaman di Bank Mandiri,” kata Uut.
Ia juga mengaku kesulitan berkomunikasi dengan pemilik kontrak dalam beberapa waktu terakhir. Meski begitu, proses pengajuan kredit ke bank disebut masih berlangsung.
Para pekerja diminta bersabar hingga proses pencairan dana rampung. (Red)
Redaktur: ZB