Batam
Juliadi | Rabu 19 Nov 2025 14:23 WIB | 1008
Pelantikan Swara periode 2025-2030, Selasa (18/11/2025). Foto : Adi
Matakepri.com, Batam -- Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan pentingnya gerakan kolektif dalam membumikan Kekayaan Intelektual (KI) untuk mengoptimalkan potensi ekonomi kreatif (Ekraf) Batam. Hal ini disampaikannya saat menghadiri Kenduri KI dan Ekraf yang dirangkai dengan pelantikan pengurus Solidaritas Pembawa Acara (Swara) Periode 2025-2030 di Mega Mall Batam, Selasa (18/11/2025).
Amsakar mengapresiasi langkah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) RI yang dinilai berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat.
Ia menekankan bahwa karya yang tidak tercatat sebagai KI berpotensi kehilangan "added value" atau nilai tambah yang berujung pada produktivitas.
“Kalau kita tidak bergerak bersama untuk membumikan ini, mungkin banyak karya warga Batam yang tidak tercatat sebagai kekayaan intelektual. Padahal, KI itu dapat memberikan added value,” ujar Amsakar.
Kesadaran warga Batam terhadap KI menunjukkan lonjakan signifikan. Amsakar menyebut, setelah dashboard pendaftaran dibuka, lebih dari 800 orang telah mendaftar dalam waktu singkat.
Ia juga menyoroti capaian nyata dari perlindungan KI, yaitu keberhasilan TP-PKK Kota Batam yang mendaftarkan motif Batik Barelang. Produk UMKM yang memanfaatkan motif tersebut kini menikmati keuntungan besar.
“Setelah terdaftar sebagai KI, produksi UMKM kita yang memanfaatkan motif Barelang berhasil meningkatkan omzet hingga Rp1,2 miliar. Kita patut bersyukur,” tambahnya.
Amsakar memaparkan posisi strategis Batam sebagai kota MICE (Meeting, Incentive, Conference, and Exhibition) dan salah satu destinasi wisata utama di Indonesia.
Sepanjang tahun 2024, Batam mencatat 3,6 juta kunjungan wisatawan, menjadikannya tidak pernah keluar dari posisi tiga besar kota tujuan wisata di Indonesia, setelah Bali dan Jakarta.
Amsakar secara khusus mengajak pengurus Swara yang baru dilantik untuk segera menyusun program kerja, meningkatkan profesionalisme, dan membangun sinergi dengan pemerintah.
“Batam memerlukan orang yang mampu memobilisasi potensi agar kota ini semakin hebat dan dahsyat. Hentikan menghabiskan energi untuk hal-hal yang kontraproduktif,” pungkasnya. (Adi)
Redaktur : ZB