Batam
Juliadi | Minggu 18 Jan 2026 17:38 WIB | 1139
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad meletakan batu pertama pembanguna Msjid, Minggu (18/1/2026). Foto :
Matakepri.com, Batam -- Semangat kebersamaan dan toleransi kembali mengakar kuat di Bumi Madani. Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, secara resmi meletakkan batu pertama pembangunan Masjid Jami’ Al-Falah yang berlokasi di Perumahan Central Hills, Belian, pada Minggu (18/1/2026).
Momentum ini bukan sekadar seremoni konstruksi, melainkan simbol kuatnya harmoni sosial dan kolaborasi antara pemerintah, pengembang, dan masyarakat lintas keyakinan di Kota Batam.
Acara ini dirangkaikan dengan penyerahan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) dari PT Menteng Griya Lestari kepada Pemerintah Kota Batam. Penyerahan ini menjadi bukti nyata komitmen sektor swasta dalam mendukung kebutuhan dasar warga, termasuk fasilitas peribadahan.
Dalam sambutannya, Amsakar memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah meluruhkan ego demi kepentingan umat.
"Ini adalah kerja kolektif yang patut disyukuri. Perbedaan latar belakang tidak perlu dipersoalkan. Batam butuh solusi, kebersamaan, dan semangat membangun," tegas Amsakar.
Amsakar menekankan bahwa visi Batam sebagai Bandar Madani hanya bisa dicapai jika masyarakatnya hidup rukun dan menjunjung tinggi toleransi.
Ia menegaskan posisi pemerintah sebagai pengayom seluruh golongan tanpa tebang pilih.
"Kami hadir di setiap momentum keagamaan—mulai dari Natal, Shalawat, Isra Mi’raj, hingga Imlek. Pemerintah harus menjadi bapak bagi semua, mengayomi tanpa membeda-bedakan," ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Amsakar menyatakan komitmennya untuk membantu pembangunan masjid secara pribadi dan mendorong berbagai pihak agar Masjid Jami’ Al-Falah segera rampung sehingga bisa menjadi pusat peradaban dan kegiatan warga.
Direktur Utama PT Menteng Griya Lestari, Erwyanto Tedjakusuma, menjelaskan bahwa kawasan Central Hills didesain tidak hanya sebagai hunian modern, tetapi juga lingkungan yang memperhatikan aspek spiritualitas.
"Masjid ini diharapkan menjadi tempat ibadah yang nyaman dan simbol penguat toleransi antarumat di kawasan ini," kata Erwyanto.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Dewan Pembina Yayasan Jami’ Al-Falah mengungkapkan rasa harunya.
Ia menyebut pembangunan ini adalah buah dari dialog panjang selama lebih dari satu tahun yang melibatkan semua unsur, termasuk warga nonmuslim sekitar yang turut memberikan dukungan.
"Semoga Masjid Jami’ Al-Falah membawa keberkahan, menjadi amal jariyah, dan menyejukkan hati seluruh warga," pungkasnya. (Adi)
Redaktur : ZB