Batam
Juliadi | Sabtu 18 Apr 2026 00:49 WIB | 440
Prajurit TNI AL memerikasa kesehatan warga. (Foto: Dispen Kodaeal IV Batam)
Matakepri.co.id, Batam -- Prajurit TNI Angkatan Laut kembali menunjukkan kesiapsiagaan tinggi di wilayah perbatasan. Melalui Pangkalan TNI AL (Lanal) Ranai di bawah jajaran Kodamar IV, tim bergerak cepat mengevakuasi 11 korban kebakaran kapal nelayan KM Timbul Barokah 2 di perairan utara Natuna, Kamis (16/4/2026).
Melalui keterangan resminya kepada Matakepri.co.id, Komandan Lanal Ranai, Kolonel Laut (P) Ady Dharmawan, menjelaskan insiden yang menimpa kapal nelayan tersebut sempat memicu kekhawatiran, namun sinergi dan kecepatan respon TNI AL memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.
Seluruh korban, yang terdiri dari 1 nahkoda dan 10 Anak Buah Kapal (ABK), awalnya sempat mendapatkan pertolongan pertama dari kapal nelayan lain, KM Cahaya Abadi, yang berada di sekitar lokasi.
Tak lama kemudian, lanjut katanya, KRI WIR-379 dikerahkan untuk melakukan proses pemindahan dan evakuasi medis. Para korban langsung dibawa menuju Pos Angkatan Laut (Posal) Sabang Mawang untuk penanganan lebih lanjut.
Berdasarkan laporan awal, kebakaran diduga kuat dipicu oleh faktor cuaca ekstrem:
1. Pemicu: Ombak besar yang menghantam kapal menyebabkan kompor minyak di dapur terjatuh.
2. Dampak: Api dengan cepat menyambar material kapal hingga menghanguskan seluruh badan KM Timbul Barokah 2 di tengah laut.
Ia menegaskan bahwa operasi ini adalah manifestasi nyata dari tugas TNI AL.
"Tindakan cepat ini merupakan bentuk komitmen TNI AL dalam mengutamakan keselamatan jiwa di laut. Kami selalu siap sedia merespon segala bentuk kedaruratan, terutama di wilayah perbatasan seperti Natuna," ujarnya.
Setibanya di Posal Sabang Mawang, Tim Kesehatan TNI AL langsung melakukan pemeriksaan fisik secara intensif. Hasil pemeriksaan menunjukkan:
1. Status Fisik: Seluruh korban dinyatakan selamat.
2. Kondisi Medis: Beberapa awak mengalami luka ringan dan trauma pasca-kejadian.
3. Tindak Lanjut: Pemberian perawatan medis dan pendampingan untuk memulihkan kondisi psikologis para nelayan.
Operasi evakuasi berjalan aman dan lancar. Keberhasilan ini sekaligus menjadi bukti nyata kesiapsiagaan TNI AL dalam menjalankan tugas kemanusiaan (OMSP) di titik terdepan Indonesia. (Adi)
Redaktur : ZB