Batam, News
| Selasa 09 Jul 2019 11:23 WIB | 1460
Salah satu titik jalan yang rusak menuju perumahan Sukamaju.
MATAKEPRI.COM, Batam - Akses jalan utama yang menuju perumahan Sukamaju dan perumahan Taman Anugrah yang berlokasi di Tembesi, kecamatan Sagulung, hingga hari ini masih rusak parah. Kondisi ini telah berlangsung cukup lama akibat kendaraan proyek yang melakukan penimbunan lahan tak jauh dari lokasi perumahan tersebut.
Dari informasi yang di dapat dar para warga setempat, kerusakan parah ini didominasi oleh aktivitas truk pengangkut tanah, yang mana intensitas lalu-lalangnya cukup sering untuk melakukan penimbunan di area setempat.
Para warga juga sudh mulai resah dengan activitas kendaraan proyek tersebut yang membuat jalan rusak parah.
"Kami para warga tidak tahu lagi kepada siapa mengadu, kita sudah lapor Lurah dan Camat, sebagai perwakilan kita di pemerintahan. Namun tidak ada penyelesaian dan solusi," ucap imam, warga perumahan Sukamaju, pada Senin, (8/7) kemarin.
Ketua RT Ketua RT 04/RW 08 juga telah melakukan beberapa upaya, antar lain mewakilan warga setempat telah menyampaikan aspirasi masyarakat ke pemerintah setempat, yanki Lurah dan Camat. Namun hingga hari ini, belum ada tindakan dan aktifitas proyek tersebut masih terus berjalan tanpa ada solusi akan jalan berdebu dan rusak itu.
"Kita sudah sudah pernah rapat di Kantor Camat, namun tak ada penyelesaian terhadap masalah ini, dan proyek maaih terus beraktifitas," Jelas Dedy Manurung, pada Selasa (9/9).
Sementara itu, beberapa hari yang lalu saat dihubungi awak media, Camat Sagulung, Reza Kahadafi menjelaskan aktivitas penimbunan lahan yang meresahkan para warga dari proyek tersebut telah beberapa kali di sampaikan ke pemilik proyek, bahkan telah dilakukan mediasi bersama masyakat. Namun pihak pengembang tetap membandel dan bersikukuh melanjutkan proyek mereka.
"Pihak kecamatan tidak pernah memberikan izinnya, Sekarang pengembang melakukan aktivitas dengan menunjukkan surat dari PTSP Kota Batam. Kami tidak campur tangan lagi, kalau sudah PTSP yang ambil alih," jelasnya.
Dan mirisnya lagi, perihal rusaknya jalan tersebut, Camat mengatakan tidak bisa memastikan dan belum mengetahui apakah nantinya pengembang akan melakukan perbaikan terhadap kerusakan jalan tersebut yang di sebabkan oleh aktivitas proyek mereka.
Dari pantauan Matakepri.com terlihat kondisi jalan yang berlubang dan berdebu, tidak seperti jalan di area perumahan pada umumnya yang biasa kita temui. Para warga juga sangat menghawatirkan lumpur atau debu serta jalan yang rusak yang tentu membahayakan pengguna jalan, terutama kendaraan bermotor. (Agung.AM)