Batam, News, Kepri
Egi | Sabtu 19 Dec 2020 09:11 WIB | 1318
Ketua DPC INSA Kota Batam, Osman Hasyim saat berada di Kantor KSOP Batam (foto:egi)
MATAKEPRI.COM BATAM -- Ketua DPC INSA (Indonesian National Shipowners Association) Kota Batam, Osman Hasyim memberikan apresiasi terhadap gerak cepat yang dilakukan oleh Tim Quick Respon bentukan KSOP Khusus Batam, Sabtu (19/12/2020).
Apresiasi tersebut diberikan kepada Tim Quick Respon, karena tim bentukan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kota Batam ini cepat tanggap dalam merespon informasi adanya kecelakaan di laut yang terjadi diwilayah Batam.
"Insiden tersebut merupakan ujian yang tak disangka-sangka. Dengan adanya kejadian ini kita baru mengetahui bahwa tim quick respon yang dibentuk oleh KSOP bekerja dengan cepat dan baik," ujar Osman.
Dikatakannya, apa yang telah dilakukan oleh tim quick respon KSOP Khusus Batam ini adalah langkah mendukung untuk menjadikan Kota Batam sebagai wilayah transhipment dan juga daerah labuh.
"Sejak laporan adanya kecelakaan diterima, KRI langsung bergerak untuk melakukan observasi dan langkah penyelamatan. Sekali lagi, kami mengucapkan terima kasih kepada Angkatan Laut, Radio Pantai dan instansi lainnya yang terlibat dalam penyelamatan ini," bebernya.
Lebih lanjut Osman mengatakan, alasan kenapa Kapal Trailing Suction Hopper Dredger (TSHD) King Rhicard X GT 8779 berbendera Indonesia lego jangkar (Anchor) di perairan Batu Ampar sejak tanggal 9 Maret 2018, karena kapal itu sedang menunggu jadwal untuk docking dan area tersebut juga merupakan area labuh.
"Apabila kapal yang sudah labuh di area yang telah ditetapkan, berarti kapal tersebut resmi dan sudah lengkap surat-suratnya," jelasnya.
"Semua dokumen kapal berada ditangan KSOP sejak kapal itu masuk ke Indonesia. Ini aturan pelayaran yang berlaku di Indonesia," sambungnya.
Kepada pemilik kapal, Osman berpesan untuk segera dilakukan pengangkatan bangkai kapal yang tenggelam, untuk mencegah hal-hal tidak diinginkan akibat kelamaan berada dilaut.
"Kepada pihak owner, mewakili dari asosiasi dan perusahaan agen kapal kami turut bersimpati atas musibah yang terjadi. Semoga musibah ini dapat disikapi dengan sebaik-baiknya," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, kecelakaan laut kandasnya Kapal Trailing Suction Hopper Dredger (TSHD) King Rhicard X GT 8779 berbendera Indonesia saat lego jangkar (Anchor) di perairan Batu Ampar, Minggu, (13/12/2020) lalu, diakibatkan oleh kebocoran kapal.
Kapal King Rhicard X GT 8779 tenggelam di Perairan Tanjung Pinggir dengan koordinat 01.09.54. N / 103 56.87 E. Sebanyak empat crew anak buah kapal berhasil diselamatkan oleh Tim Quick Respon bentukan KSOP Khusus Batam (egi)