Batam
Juliadi | Jumat 21 Nov 2025 19:04 WIB | 1196
WITT sosialisasi Hidup Sehat Bebas Asap Rokok di SMKN 7, Jumat (21/11/2025).
Matakepri.com, Batam -- Anggapan bahwa merokok adalah bagian dari "gaul" di kalangan remaja sekolah menjadi perhatian serius. Rokok, yang merupakan faktor risiko utama berbagai penyakit kronis mematikan, kini tak hanya mengancam kesehatan tetapi juga membentuk perilaku sosial yang keliru di kalangan pelajar.
Atas dasar keprihatinan ini, Komunitas Wanita Indonesia Tanpa Tembakau (WITT) Provinsi Kepulauan Riau tanpa lelah menggerakkan kampanye Hidup Sehat Bebas Asap Rokok. Terbaru, WITT Kepri menyasar 125 siswa kelas 10 dan 11 di SMK Negeri 7 Batam untuk memberikan penyuluhan, Jumat (21/11/2025).
Ketua WITT Kepri, Dewi Triyanawati, S.H., menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah program kerja komunitas untuk meningkatkan kesadaran siswa tentang dampak buruk rokok.
"Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan mengubah sikap tentang rokok dan permasalahannya, serta cara menghentikan perilaku merokok pada para siswa," ujar Dewi.
Dewi menyoroti peningkatan prevalensi perokok di usia anak dan remaja yang sejalan dengan lonjakan penyakit tidak menular di Indonesia. Meskipun tidak bisa melarang hak seseorang untuk merokok, WITT fokus pada edukasi untuk meminimalisir dampaknya sedini mungkin.
"Para siswa ini memiliki peran penting untuk meminimalisir dampak racun tembakau, dan juga diharapkan bisa memutus mata rantai perokok," tegas Dewi.
Ia menyebut WITT konsen meminimalisir dampak racun tembakau, khususnya pada wanita dan remaja.
Upaya WITT Kepri disambut baik oleh pihak sekolah. Waka Humas SMKN 7 Batam, Enjang Suhaedin, menyampaikan apresiasi atas kegiatan ini.
"Mewakili seluruh keluarga besar SMKN 7 Batam, kami mengucapkan terima kasih. Melalui kegiatan ini anak-anak menjadi tahu dan paham tentang bahaya asap rokok, vape, dan juga kecanduan narkotika. Dengan begitu mereka tidak akan berani untuk memulainya apalagi mencobanya," ucap Enjang.
Ia berharap kegiatan ini dapat terus berkelanjutan.
Dalam penyuluhan tersebut, BNNP Kepulauan Riau turut hadir memberikan materi, diwakili oleh Penyuluh Narkoba Ahli Muda, Dian Arizka. A, S.K.M.
Dian mengingatkan bahwa pelajar merupakan sasaran empuk bagi penjual rokok, vape, hingga bandar narkoba karena usia mereka yang masih labil dan mudah dipengaruhi.
"Saya berharap kedepannya BNNP dan WITT semakin sering masuk ke sekolah-sekolah untuk memberikan penyuluhan-penyuluhan tentang bahaya rokok dan narkoba," tegas Dian.
Ia menekankan pentingnya membentengi generasi penerus bangsa dari ancaman yang merusak masa depan.
Redaktur : ZB