Batam
Juliadi | Kamis 18 Dec 2025 20:58 WIB | 1033
Matakepri.com, Batam -- Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam resmi mengukuhkan posisinya sebagai pusat keunggulan medis di wilayah Sumatera. Pada Kamis (18/12/2025), RSBP Batam menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Kolegium Jantung dan Pembuluh Darah untuk menjadi penyelenggara program Fellowship Kardiologi Intervensi.
Langkah strategis ini menjadikan RSBP Batam sebagai Rumah Sakit Pionir Pertama di Provinsi Kepulauan Riau yang dipercaya menjadi pusat pelatihan subspesialisasi bagi dokter spesialis jantung di Indonesia.
Ketua Kolegium Jantung dan Pembuluh Darah, Dr. dr. Renan Sukmawan, ST, Sp.JP (K), mengungkapkan urgensi dari program ini. Berdasarkan data, terdapat sekitar 650.000 orang dengan kelainan jantung di Indonesia, di mana angka kematiannya mencapai 350.000 jiwa.
"Pemerintah melalui Kemenkes ingin memperbanyak ahli yang mampu melakukan tindakan pasang ring (intervensi). Tujuannya agar tidak ada lagi pasien yang meninggal akibat serangan jantung karena antrean tindakan yang terlalu lama," ujar Dr. Renan.
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, bersama Dr. dr. Renan Sukmawan di Marketing Centre BP Batam.
Ariastuty menegaskan bahwa kerja sama ini adalah bagian dari komitmen RSBP Batam dalam mendukung transformasi kesehatan nasional.
Peningkatan Kompetensi: Menyiapkan tenaga medis yang ahli dalam prosedur invasif minimal berbasis kateter.
Daya Saing: Memastikan RSBP Batam memiliki SDM yang mampu mengoperasikan teknologi medis terbaru.
Akses Layanan: Mempercepat pemenuhan tenaga medis ahli kardiologi di wilayah Kepri dan sekitarnya.
"Program fellowship ini adalah bagian penting dalam menyiapkan tenaga medis yang kompeten dan berdaya saing, sejalan dengan kebutuhan layanan kesehatan yang terus berkembang," tegas Ariastuty.
Direktorat Mutu SDM Kesehatan Kemenkes RI, Dr. Yudhi Pramono, MARS, menyampaikan bahwa RSBP Batam kini bergabung dalam jaringan elit 18 rumah sakit di Indonesia yang menjadi pusat Fellowship Kardiologi Intervensi.
"Untuk Kepri, baru RSBP Batam yang bekerja sama dengan Kolegium. Kehadiran center baru di RSBP Batam ini akan memperluas cakupan layanan jantung nasional. Ini selaras dengan target pemerintah agar pada tahun 2027, sebanyak 547 kabupaten/kota di Indonesia sudah dapat terlayani oleh dokter jantung kardiologi," kata Dr. Yudhi.
Acara bersejarah ini turut disaksikan oleh:
Direktur RSBP Batam, dr. Tanto Budiharto.
Dr. Afdhalun A Hakim Sp.JP (K).
Perwakilan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perkumpulan Kardiologi Indonesia (PERKI).
Direktur RSUD Embung Fatimah, Drg. RR. Sri Wijayanti.
Akademisi serta jajaran pejabat dari Kementerian Kesehatan RI.
Dengan status baru ini, RSBP Batam tidak hanya sekadar tempat pengobatan, namun bertransformasi menjadi institusi pendidikan medis yang mengemban misi pendidikan, kemanusiaan, dan investasi jangka panjang bagi kesehatan masyarakat Kepulauan Riau. (Adi)
Redaktur : ZB