Batam, News

Rekor! Imigrasi Batam Terbitkan 77.000 Paspor Sepanjang 2025

Riki | Rabu 07 Jan 2026 13:35 WIB | 907

Imigrasi



Matakepri.com, Batam - Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam menutup tahun 2025 dengan torehan kinerja yang mencolok sekaligus langkah pengawasan yang ketat terhadap mobilitas warga dan WNA di Batam. Catatan resmi menunjukkan kontribusi PNBP justru melejit hingga Rp136,6 miliar, melampaui target tahunan 118 persen.


Dalam pelayanan dokumen perjalanan, Imigrasi Batam menerbitkan 77.790 paspor elektronik sepanjang 2025. Sementara pada layanan WNA, diterbitkan 3.600 ITAS, 114 ITAP, dan 2.531 ITK.


Tahun 2025 juga diwarnai pengawasan ketat terhadap potensi kejahatan perdagangan orang dan pekerja migran non-prosedural. Imigrasi Batam menunda 178 permohonan paspor yang terindikasi bermasalah, serta 5.659 penundaan keberangkatan di pelabuhan dan bandara Batam, menjadikannya salah satu langkah pencegahan TPPO terbesar di Kepri tahun ini.


“Setiap angka punya cerita. Ini bukan hanya soal dokumen, tapi soal perlindungan warga dan jaminan keamanan mobilitas,” tegas Kepala Kantor Imigrasi Batam, Hajar Aswad.


Di sisi lain, Imigrasi Batam semakin agresif mendekatkan layanan ke masyarakat melalui sosialisasi APOA, Golden Visa, layanan Immicare, hingga edukasi pencegahan TPPO di desa binaan.


Kinerja tersebut turut mengantar Imigrasi Batam meraih tujuh penghargaan nasional, termasuk The Best Company Profile, The Most Caring One, Media Darling, serta peringkat I pengelolaan Administrasi Srikandi tingkat UPT Imigrasi.


Tak berhenti pada capaian, Imigrasi Batam juga memunculkan inovasi baru: layanan Immicare Reach-Out ke kawasan industri, layanan paspor darurat bagi pasien rujukan luar negeri, program IM-pression yang menyisipkan edukasi dalam paspor, serta layanan paperless yang memangkas proses fotokopi dokumen.


Hajar Aswad menegaskan, pihaknya siap memperkuat layanan pada 2026 sejalan dengan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. “Kami ingin layanan semakin cepat, humanis, dan adaptif. Keimigrasian harus hadir di mana masyarakat membutuhkan,” ujarnya. (*)


Redaktur: ZB




Share on Social Media