Batam, News, Pariwisata
Riki | Selasa 16 Jun 2026 20:51 WIB | 66
Eks Kadispar Kepri Drs. Buralimar, M.Si. (Foto: Ist)
Matakepri.co.id, Batam - Daya tarik Kota Batam sebagai destinasi wisata bagi wisatawan mancanegara (wisman), khususnya dari Singapura, dinilai masih sangat kuat. Meski momentum Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah tidak diiringi lonjakan kunjungan wisatawan, Batam tetap menjadi pilihan utama bagi warga negara tetangga untuk berwisata maupun memenuhi berbagai kebutuhan.
Tokoh pariwisata Kepulauan Riau, Drs. Buralimar, M.Si., mengatakan stabilnya arus kunjungan wisman menunjukkan bahwa Batam memiliki daya tarik yang sudah terbentuk secara alami. Beragam sektor seperti wisata kuliner, olahraga, hingga hiburan menjadi alasan utama wisatawan asing datang ke kota ini.
"Batam memang sudah menjadi tempat bermain warga Singapura. Mereka datang untuk menikmati kuliner, wisata olahraga, hiburan, maupun berbagai kebutuhan lainnya. Banyak yang datang pagi hari dan kembali pada sore atau malam hari," ujar Buralimar, Selasa(16/6/2026)..
Menurut mantan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau tersebut, tidak adanya peningkatan signifikan kunjungan wisman pada peringatan Tahun Baru Islam tahun ini merupakan hal yang wajar. Pasalnya, 1 Muharram bukan merupakan hari libur nasional di Singapura sehingga aktivitas masyarakat di negara tersebut tetap berjalan normal.
"Kalau ingin melihat potensi kenaikan kunjungan wisatawan, harus melihat kalender kedua negara. Saat ini bukan hari libur di Singapura, sehingga pergerakan wisatawan masih normal," katanya.
Selain kunjungan wisman yang stabil, arus keberangkatan masyarakat Batam menuju Singapura juga belum menunjukkan peningkatan berarti. Kondisi tersebut dipengaruhi belum dimulainya musim libur sekolah maupun periode libur panjang.
Meski demikian, Buralimar optimistis prospek sektor pariwisata Batam ke depan masih sangat menjanjikan. Ia menilai kekuatan utama Batam saat ini bukan hanya pada kedekatan geografis dengan Singapura, tetapi juga keberagaman pilihan wisata yang dimiliki.
Menurutnya, tantangan berikutnya adalah bagaimana membuat wisatawan tidak hanya datang dan pulang dalam satu hari, melainkan menghabiskan waktu lebih lama di Batam sehingga dampak ekonominya semakin besar bagi daerah.
"Kita berharap wisatawan bisa tinggal minimal tiga hari. Dengan begitu mereka tidak hanya menikmati pusat kota, tetapi juga mengunjungi pulau-pulau wisata dan destinasi lainnya yang ada di Batam," ungkapnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Buralimar menilai diperlukan dukungan kebijakan dari pemerintah pusat yang mampu memberikan kemudahan akses bagi wisatawan asing. Salah satunya melalui perluasan fasilitas bebas visa bagi negara-negara yang memiliki potensi pasar wisata besar.
Ia menyambut baik usulan pemberian fasilitas bebas visa bagi wisatawan asal India, China, Korea Selatan, dan Jepang yang saat ini tengah diperjuangkan oleh berbagai pihak di Batam.
Menurutnya, kemudahan akses menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing Batam di tengah persaingan destinasi wisata regional.
Buralimar meyakini, dengan dukungan kebijakan yang tepat serta kemudahan akses masuk bagi wisatawan asing, Batam akan mampu meningkatkan jumlah kunjungan sekaligus mendorong wisatawan untuk tinggal lebih lama, sehingga manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat dan pelaku usaha pariwisata semakin besar.
"Saya berharap pemerintah pusat bersama seluruh stakeholder yang memiliki kewenangan dapat menghadirkan kebijakan yang semakin memudahkan wisatawan mancanegara masuk ke Batam. Kemudahan akses merupakan kebutuhan yang sangat penting untuk mendukung pertumbuhan pariwisata daerah. Dan itu merupakan sebuah keharusan bagi Batam" tegasnya. (CW)
Redaktur: ZB