Batam, News

Air Mati, Tagihan Tetap Jalan, Pelaku Usaha di Nagoya Batam Terpaksa Beli 7-8 Tangki Air

Riki | Minggu 20 Sep 2026 17:10 WIB | 72

SPAM/PDAM


Pelaku usaha di Nagoya terpaksa beli 7-8 tangki air. (Foto: Ist)


Matakepri.co.id, Batam - Gangguan aliran air bersih kembali dikeluhkan pelaku usaha di kawasan Nagoya, Kota Batam. Pasokan air yang dikelola PT Adhya Tirta Batam (ATB) disebut tidak mengalir selama berbulan-bulan dan berdampak langsung terhadap aktivitas usaha.


Salah seorang pelaku usaha di kawasan tersebut mengatakan kondisi air mati total telah berlangsung sekitar empat bulan. Selama periode tersebut, aliran air tidak kunjung kembali normal, sementara tagihan air tetap harus dibayarkan.


"Sudah sekitar empat bulan air mati total. Bayaran pun bengkak, tagihan pun sama. Kita tetap ditagihkan, padahal air tidak mengalir," ujarnya.


Kondisi tersebut membuat pelaku usaha harus mengeluarkan biaya tambahan untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Agar aktivitas operasional tetap berjalan, kebutuhan air terpaksa dipenuhi dengan membeli air menggunakan mobil tangki.


"Dalam satu hari bisa beli air sebanyak 7-8 mobil tangki air," katanya.


Pembelian air tangki setiap hari menjadi beban tambahan bagi pelaku usaha. Selain harus memenuhi tagihan air, mereka juga harus mengeluarkan biaya ekstra untuk mendapatkan pasokan air yang dibutuhkan untuk operasional.


Menurutnya, persoalan tersebut perlu segera mendapat perhatian dan solusi dari pihak terkait. Kepastian pasokan air dinilai penting karena air merupakan kebutuhan dasar yang tidak dapat dipisahkan dari aktivitas usaha sehari-hari.


"Kalau air tidak mengalir, kita tetap harus cari cara supaya operasional bisa berjalan. Akhirnya harus beli air tangki setiap hari. Biayanya tentu sangat besar," ujarnya.


Keluhan serupa disebut juga terjadi di sejumlah kawasan lain di Batam, termasuk sekitar Thamrin dan Seraya. Warga maupun pelaku usaha di kawasan tersebut juga disebut mengalami gangguan aliran air.


Hingga berita ini diterbitkan, kondisi air di kawasan yang dikeluhkan tersebut disebut masih mati total. Pelaku usaha berharap adanya penjelasan serta penanganan konkret dari pihak terkait agar pasokan air bersih dapat kembali normal. (CW)


Redaktur: ZB



Share on Social Media