Batam, News, Kepri
Egi | Kamis 08 Oct 2026 21:57 WIB | 57
Iman Sutiawan saat mendengar kronologi kejadian yang dialami korban penganiayaan di lokasi kerja (foto: Haikal)
Matakepri.co.id Batam - Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Iman Sutiawan, menyatakan komitmennya untuk membantu kepulangan sejumlah korban dugaan penyiksaan yang videonya sempat viral di media sosial. Para korban diketahui berasal dari Jawa Barat dan Palembang.
Komitmen tersebut disampaikan Iman saat mengunjungi para korban di Mapolsek Sagulung, Kota Batam, Rabu (7/10/2026). Dalam kunjungan itu, ia didampingi Ustaz Agus Yusuf dan bertemu langsung dengan para korban untuk memberikan dukungan serta memastikan proses penanganan berjalan baik.
Iman mengatakan, pihaknya bersama Anggota DPR RI Endipat Wijaya akan memfasilitasi kepulangan korban asal Jawa Barat hingga tiba di kampung halamannya. Bantuan serupa juga akan diberikan kepada korban yang berasal dari Palembang.
"Kami bersama Pak Endipat Wijaya, Ustaz Agus Yusuf, serta mendapat dukungan dari Gubernur Jawa Barat akan membantu memfasilitasi kepulangan korban ke daerah asalnya. Untuk korban asal Palembang juga akan kami bantu hingga sampai ke rumahnya," ujar Iman.
Menurutnya, peristiwa yang menimpa para korban harus menjadi perhatian bersama dan menjadi pelajaran bagi masyarakat yang hendak merantau atau mencari pekerjaan di luar daerah.
Ia mengimbau masyarakat agar lebih teliti dan berhati-hati sebelum menerima tawaran pekerjaan, terutama yang berasal dari pihak yang belum jelas identitas maupun legalitasnya.
"Pastikan informasi pekerjaan yang diterima benar dan dapat dipertanggungjawabkan. Jangan mudah percaya dengan iming-iming pekerjaan tanpa mengetahui secara jelas siapa yang menawarkan dan di mana tempat bekerjanya," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Iman juga mengapresiasi langkah cepat aparat kepolisian yang telah menangani kasus tersebut serta mengamankan pihak-pihak yang diduga terlibat.
"Terima kasih kepada jajaran kepolisian yang bergerak cepat menangani kasus ini, khususnya Polsek Sekupang dan Polsek Sagulung yang telah mengamankan para terduga pelaku," ujarnya.
Kasus dugaan penyiksaan tersebut sebelumnya menjadi perhatian publik setelah rekaman video yang memperlihatkan kondisi para korban beredar luas di media sosial. Saat ini, perkara tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian.(Egi)
Redaktur: ZB