Nasional
Egi | Selasa 03 Nov 2026 18:17 WIB | 91
Ilustrasi
Matakepri.co.id Jakarta - Kabar mengenai dugaan pengamanan sejumlah perwira tinggi (Pati) Polri mendadak menjadi perhatian publik. Informasi tersebut semakin ramai diperbincangkan setelah seorang jenderal berpangkat bintang empat berinisial L disebut-sebut turut diamankan.
Menanggapi kabar tersebut, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir akhirnya angkat bicara. Namun, Polri belum memberikan penjelasan secara terperinci mengenai kebenaran informasi yang beredar.
Saat dikonfirmasi awak media di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (3/11/2026), Isir mengatakan pihaknya masih melakukan pengecekan dan evaluasi terhadap informasi tersebut.
"Nanti kami cek proses evaluasinya ya, seperti itu," ujar Isir.
Pernyataan tersebut belum secara tegas membenarkan ataupun membantah kabar pengamanan sejumlah jenderal yang disebut-sebut berlangsung di lingkungan Mabes Polri.
Informasi yang berkembang menyebutkan, sejumlah perwira tinggi diduga diamankan dan menjalani pemeriksaan internal. Salah satu sosok yang menjadi sorotan adalah jenderal bintang empat berinisial L.
Berdasarkan informasi yang dikutip sejumlah media dari sumber internal, jenderal tersebut disebut telah dilepaskan setelah menjalani pemeriksaan. Namun, hingga kini identitas maupun status pemeriksaannya belum disampaikan secara resmi oleh Mabes Polri.
Kabar tersebut juga dikaitkan dengan dugaan persoalan penyadapan terhadap sejumlah pejabat negara. Meski demikian, dugaan tersebut masih memerlukan pembuktian dan belum mendapatkan konfirmasi resmi dari kepolisian.
Ketika kembali ditanya mengenai persoalan tersebut, Isir turut menyinggung pentingnya menjaga situasi tetap kondusif, baik di ruang publik maupun ruang digital.
"Ayo kita mari tetap bergandengan tangan. Bahu-membahu, wujudkan Indonesia di ruang publik di ruang digital," katanya.
Hingga berita ini ditulis, Mabes Polri belum mengumumkan secara terbuka siapa saja perwira tinggi yang disebut diamankan, termasuk perkara yang menjadi dasar pemeriksaan.
Publik pun masih menunggu penjelasan resmi kepolisian untuk memastikan kebenaran informasi yang berkembang sekaligus menghindari munculnya spekulasi mengenai persoalan internal Korps Bhayangkara tersebut.(***)
Redaktur: ZB