Batam
Maman | Sabtu 14 Oct 2017 14:23 WIB | 715
MATAKEPRI.COM, Batam - Pihak Polresta Barelang tak hanya memeriksa wali kelas akan tetapi juga memanggil orang tua Kendrick Grant yakni Yenmia (ibu) dan Sopian (ayah) atas kematian putra mereka, Kendrick Grant salah satu siswa Sekolah Harapan Utama yang terjatuh dan tertimpa gawang saat bermain di lapangan olahraga.
Selain itu, Polresta Barelang juga memeriksa beberapa saksi yakni Dokter Klinik Harapan Bunda (dr.Stella), ketua yayasan Harapan (Utama Hartono), dan Kakak Kelas Kendrick Grant (Hendy).
"Saat dibawa ke Klinik oleh Hendy korban masih bernafas. Namun di mulutnya banyak mengeluarkan darah, Saya berpikir ini harus dibawa ke rumah sakit. ‎Kemudian kami larikan ke Awal Bross"Kata dr.Stella".
Selama di perjalanan ke rumah sakit, Stella selalu memantau denyut nadi korban. Bahkan beberapa kali ia mencoba memompa jantung korban dengan kedua tangannya.
Akan tetapi Tuhan berkehendak lain. Kendrick meninggal saat perjalanan ke rumah sakit. "Saya sudah lakukan sebisa saya. Termasuk menekan perutnya dengan tangan," Ungkap dr. stella".
Hartono ketua yayasan yang ikut datang ke rumah sakit mengatakan, mereka tidak kepikiran untuk membuat laporan ke pihak polisi dengan alasan sibuk mengurus Kendrick yang mendapat musibah.
"Kemarin semuanya sibuk mengurus korban. Jadi tidak ada ke pikiran ke sana. Bukan kami sembunyikan ini,"Ujar Hartono". (Juliadi)