Batam, News, Pendidikan

Ini Loh Cara Polsek Sagulung, Untuk Cegah Pelajar SMA Agar Tak Ikut Aksi Unjuk Rasa

Agung | Jumat 27 Sep 2019 16:42 WIB | 920

Demo
Pemko Batam
Sekolah
Polsek
Guru
Pendidikan


Kanit Reskrim Polsek Sagulung, Rifi yang menyambangi SMA 17 Batam. (Istimewa)


MATAKEPRI.COM, Batam - Terkait aksi Unjuk Rasa untuk penolakan RUU yang dilakukan oleh para mahasiswa dan sampai saat ini telah merambah kepada para pelajar SMA sederajat di beberapa kota besar di Indonesia, tentunya menjadi sorotan bagi pihak kepolisian untuk melakukan pengamanan.


Seperti yang dilakukan oleh Polsek Sagulung, pada Jum'at, (27/9) yang menyambangi beberapa sekolah SMA sederajat. Kanit Bimas Polsek Sagulung, Ipda Elfisnur S mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan berbagai pengarahan dan himbauan kepada para pelajar, agar tidak berurusan dengan hal-hal yang berbau politik.


"Para pelajar yang saat ini tengah duduk di Sekolah Menengah Atas, harusnya terfokus pada berbagai ujian yang akan dilaksanakan, bukan memikirkan berbagai hal yang tidak ada sangkut pautnya dengan sekolah," Ucap nya saat di temui Matakepri.com di Mapolsek Sagulung.


Tidak sampai di situ saja, Kanit bimas yang juga didampingi oleh Kanit Intel, Aipda Masri juga memberikan berbagai himbau kepada para pelajar, saat menyambangi sekolah tersebut.


Dari mulai himbauan tertib berlalu lintas, bahaya narkoba, bahaya pergaulan bebas serta berbagai kenalan remaja yang harus dihindari oleh para pelajar.


Beberapa sekolah yang menjadi sorotan pihak kepolisian adalah, sekolah yang rentan dan sering ikut dalam berbagai aksi tawuran dan juga sekolah yang telah berada di tingkat SMA sederajat, khususnya di wilayah hukum Polsek Sagulung.


Setidaknya ada 4 sekolah di kawasan Sagulung yang akan di sambangi oleh pihak kepolisian pada Jum'at (27/9) hari ini, di antaranya SMK Negeri 5 Batam, SMK Negeri 8 Batam, SMA Negeri 5 Batam, SMA Negeri 17 Batam, SMA Negeri 18 Batam, SMK Teladan Batam, MAN 1 Batam.


Elfisnur pun menyampaikan bahwa jauh sebelumnya dari kegiatan ini berlangsung, Polsek Sagulung telah memiliki kegiatan 'Police Goes to School' dimana pada hari senin setiap minggunya pihak kepolisian yang bertugas sebagai pembinaan upacara.


kegiatan 'Police goes to school' yang telah di jalankan oleh Polsek Sagulung. (Istimewa)


"Namun pada hari ini, dan besok kita lebih terfokus pada pengarahan para pelajar tersebut agar tidak terjun dan berurusan pada aksi unjuk rasa tersebut," Jelas nya.


"Yang pasti kita berharap wilayah Batam ini tetap dalam keadaan yang kundusif, sesuai dengan Tugas dan Pokok dan fungsinya," Pungkasnya.


Berbagai tanggapan positif juga di sampaikan oleh para kepala sekolah, yang telah di sambangi, yang menyampaikan bahwa pihak sekolah juga telah melakukan berbagai upaya pencegahan dan selalu memberikan himbauan kepada para siswa nya agar tidak ikut serta dalam aksi unjuk rasa tersebut.


Seperti yang di sampaikan oleh Agus syahril, selaku kepala sekolah SMK Negeri 5 Batam yang mengatakan, berbagai himbauan itu di berikan kepada siswa pada saat pelajaran akan di mulai, bahkan pada kegiatan-kegiatan keorganisasian siswa juga selalu di ingatkan kembali.


kanit bimas, Ipda Elfisnur, s. dan Kanit Intel Aipda Masri bersama janaran Polsek Sagulung yang menemui kepala sekolah untuk memberikan himbauan. (Istimewa)


"Karena bagiamana pun, para siwa menjadi tanggung jawab kami para guru, sebagai orang tuanya saat berada di sekolah," Ucap nya.


Hal senada juga di sampaikan oleh kepala sekolah MAN 1 Batam, Ibu Khairina yang mengatakan pengawas para siswa pun di lakukan pada saat. siswa tersebut telah melewati gerbang sekolah.


"Kami juga memantau dengan berkoordinasi kepada para wali murid, setelah para siswa pulang dari sekolah, tentunya hal tersebut bertujuan untuk menjaga keamanan dan keselamatan para siswanya," Kata Khairina.


Bahkan, apabila kedapatan para siswa tersebut ikut aksi unjuk rasa tersebut, pihak sekolah tak segan akan memberikan sanki kepada para siswanya.


"Pasti akan kami berikan sanksi kepada para siswa tersebut, agar ini bisa menjadi batasan bpara siswanya," Tegas Udrus Dedo, yang merupakan kepala sekolah SMK Teladan Batam. (AM)