Batam, News, Kepri

Ketum Asprindo Kepri Sebut Lahan yang Dikomplain Warga Tanjung Uma Salah Tempat

Egi | Senin 29 Nov 2021 12:22 WIB | 1468



Salah satu alat berat untuk pembukaan row jalan di Tanjung Uma (foto:ist)


MATAKEPRI.COM BATAM -- Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (Asprindo) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) angkat bicara terkait adanya aksi turun ke lapangan oleh masyarakat Tanjung Uma.


Pada Sabtu (27/11/2021) yang lalu masyarakat di Tanjung Uma ramai-ramai mendatangi ke lokasi lahan milik PT Cahaya Dinamika Harum Abadi dan PT Bumi Mas Eka Perkasa di Tanjung Uma.


Ketua Umum DPW Asprindo Kepri H. Yuhendri SE mengatakan, lokasi yang didatangin oleh masyarakat Tanjung Uma bukanlah lokasi milik kedua perusahaan tersebut.


"Sebelumnya saya mendengar bahwa masyarakat dengan kedua perusahaan tersebut ada komitmen tentang permasalahan Kampung Tua, dan juga diketahui oleh BP Batam," ujar Yuhendri saat dijumpai pada Minggu (28/11/2021) sore di kawasan Batam Center.


"Jadi, lokasi yang didatangin oleh masyarakat tersebut salah tempat, tidak ada sangkut pautnya dengan kedua perusahaan tersebut. Lokasi itu saya buat untuk membuka row jalan untuk kepentingan bersama," sambungnya.


Lanjutnya, Yuhendri juga membantah adanya pekerjaan kucing-kucingan di lokasi tempat pembukaan row jalan tersebut.


"Untuk tuduhan mobil truk yang melakukan pekerjaan kucing-kucingan dengan mematikan lampu pada malam hari itu tidak ada. Kita bekerja siang dan malam," bebernya.


Adapun tujuan untuk pembuatan row jalan tersebut merupakan untuk membantu Pemerintah dan kepentingan semua pihak serta bisa digunakan oleh semua masyarakat nantinya.


"Pembuatan row jalan itu nanti ada sepanjang kurang lebih 1.500 meter yang dimulai dari ujung jalannya yang sudah dilakukan pengaspalan," tuturnya.


Kita juga sangat menyayangkan terhadap Wakil Ketua Komisi III DPRD Batam karena tidak mengkonfirmasi terlebih dahulu sebelum adanya masyarakat Tanjung Uma beramai-ramai ke lokasi tersebut.


"Seharusnya dikonfirmasi terlebih dahulu, siapa penanggungjawab dilokasi yang didatangin oleh masyarakat. Padahal itu bukan lokasi milik kedua perusahaan tersebut," imbuhnya.


Yuhendri juga mengatakan, sebelum dilaksanakan pekerjaan pembukaan row jalan tersebut, kita sudah duduk bersama dengan para tokoh nelayan di Tanjung Uma yang di koordinir tim koordinator.


"Sebelumnya, kita sudah melakukan diskusi dan bersosialisasi dengan tokoh nelayan Tanjung Uma sebelum kita melakukan pekerjaan pembuatan row jalan tersebut," kata Yuhendri.


Yuhendri juga sangat menyayangkan atas aksi ramainya masyarakat Tanjung Uma turun ke lokasi tersebut, padahal semua bisa dibicarakan.


"Kita juga menyayangkan masyarakat turun ke lokasi tersebut. Kita semua bisa duduk bersama untuk mencari solusinya. Apalagi dengan kondisi sekarang ini kita butuh pertumbuhan ekonomi agar investasi bisa bertambah di Batam, apalagi dimasa pandemi Covid-19 yang masih melanda kita semua," pungkasnya, (egi)



Share on Social Media

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait