Batam

Penutupan Operasi Laut Terpadu, Kapolda Kepri Dukung Pengawasan Laut

Juliadi | Selasa 29 Jul 2025 22:26 WIB | 897

Polres/Ta dan Polsek
Polda Kepri


Barang bukti, Selasa (29/7/2025). Foto : Adi


Matakepri.com, Batam -- Penutupan operasi laut terpadu jaring sriwijaya  dan wallacea semester I tahun 2025 dan launching satgas pemberantasan penyelundupan digelar di Kantor wilayah (Kanwil) Bea Cukai Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Selasa (29/7/2025). 


Dalam kesempatan ini, Dirjen Bea Cukai menyampaikan, operasi yang berlangsung 1 Mei 2025 hingga 7 Juli 2025 melibatkan 43 kapal dan 816 personel. 


"Dalam penindakan tersebut, ada 14.657 penindakan nasional dengan nilai barang Rp. 4,3 triliun, termasuk 252 penindakan di laut," ungkapnya. 

Lebih Lanjut dijelaskannya, ada tiga kasus besar yang berhasil diungkap, pertama dua ton sabu di perairan Kepri, yang dapat menyelamatkan 51 juta jiwa.


"Kedua, 49,9 ton pasir timah ilegal tujuan Malaysia dan terakhir, 51,2 juta batang rokok ilegal di Perairan Riau," jelasnya. 


Menurutnya, Satgas pemberantasan penyelundupan yang baru dibentuk Juli 2025 juga mencatat 1.645 penindakan tambahan, termasuk menggagalkan penyelundupan 23 juta batang rokok di Pulau Pendamaran. 


Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Kepri, Irjen Pol Asep Safrudin menegaskan, bahwa Polda Kepri berkomitmen mendukung penuh pengawasan laut dan pemberantasan penyelundupan melalui sinergi yang solid bersama Bea Cukai, TNI, dan instansi terkait.


“Polda Kepri siap menjaga perairan dari ancaman penyelundupan yang dapat merugikan negara dan mengganggu stabilitas ekonomi serta keamanan wilayah,” ujar Asep. 


"Langkah ini mendukung perlindungan penerimaan negara dan program strategis nasional," pungkasnya. (Adi) 


Redaktur : ZB



Share on Social Media