Batam
Juliadi | Senin 24 Nov 2025 15:28 WIB | 748
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad menghadiri HUT ke-10 Forkom se-Jatim, Minggu (23/11/2025). Foto : Adi
Matakepri.com, Batam -- Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus menjaga kondusivitas di tengah tingginya keberagaman. Ajakan ini bertujuan memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mendukung percepatan pembangunan Kota Batam.
Penegasan itu disampaikan Amsakar saat menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun ke-10 Forum Komunikasi Warga Perantauan se-Jawa Timur (Forkom se-Jatim), yang dirangkaikan dengan Peringatan Hari Pahlawan Nasional di Paguba Buana Central Park, Tembesi, Sagulung, Minggu (23/11/2025).
Amsakar memaparkan bahwa Batam adalah kota multikultural dengan komposisi masyarakat yang relatif seimbang, menjadikan Batam sebagai miniatur Indonesia. Data menunjukkan komunitas Melayu (17,61%), Batak (14,97%), Minangkabau (14,93%), Tionghoa (6,28%), dan berbagai etnis lain hidup berdampingan.
Oleh karena itu, Amsakar menekankan pentingnya kesadaran kolektif untuk merawat kota ini.
“Yang dibutuhkan di Batam adalah tumbuhnya rasa berkita, kesadaran kolektif bahwa Batam ini rumah kita bersama. Kitalah yang akan menjaga dan merawatnya. Kebersamaan ini harus terus dijaga, dirawat, dan dikembangkan,” ujar Amsakar.
Lanjut Amsakar, harus dijadikan momentum refleksi tiga dimensi waktu: masa lalu, masa kini, dan masa depan, untuk menetapkan langkah yang lebih baik.
Amsakar juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Batam saat ini tengah fokus menyelesaikan persoalan krusial seperti sampah dan air bersih. Ia pun mengajak tokoh-tokoh Forkom se-Jatim untuk berperan aktif dalam upaya meminimalkan persoalan lingkungan di Batam.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Forkom se-Jatim, Imam Thohari, menegaskan komitmen penuh anggotanya untuk bersinergi dan mendukung seluruh program kerja Pemerintah Kota dan BP Batam. (Adi)
Redaktur : ZB