Batam, Nasional , News
Riki | Rabu 18 Mar 2026 15:57 WIB | 608
Ilustrasi. (Foto: Instagram)
Matakepri.co.id, Jakarta - Pimpinan Pusat Muhammadiyah resmi menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah atau Hari Raya Idulfitri jatuh pada Jumat Legi, 20 Maret 2026.
Penetapan tersebut merujuk pada hasil Musyawarah Nasional XXXII Tarjih Muhammadiyah yang menggunakan sistem Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
Dalam sistem ini, penentuan awal bulan Hijriah tidak lagi bergantung pada batas wilayah negara atau rukyat lokal, melainkan menggunakan pendekatan global.
Muhammadiyah menjelaskan, KHGT mengusung prinsip bahwa bumi merupakan satu kesatuan dalam penentuan kalender Islam. Artinya, jika kriteria astronomis terpenuhi di satu titik di dunia, maka awal bulan berlaku serentak secara global.
Terdapat tiga kriteria utama dalam sistem ini, yakni satu matlak, seluruh dunia dianggap satu wilayah waktu. Parameter astronomis, yaitu elongasi minimal 8 derajat dan tinggi hilal minimal 5 derajat saat matahari terbenam.
Syarat tambahan, jika parameter terpenuhi setelah pukul 24.00 UTC, tetap berlaku dengan ketentuan tertentu. Data Astronomis Syawal 1447 H Terpenuhi.
Berdasarkan perhitungan tim Tarjih, ijtimak terjadi pada 19 Maret 2026 pukul 01:23:28 UTC. Setelah itu, posisi bulan terus menjauh dari matahari hingga memenuhi kriteria visibilitas.
Wilayah pertama yang memenuhi syarat berada di lintang utara dengan tinggi hilal mencapai 6,49 derajat dan elongasi 8 derajat saat matahari terbenam.
Data juga diperkuat dari wilayah Makkah, di mana tinggi bulan tercatat lebih dari 6 derajat dengan elongasi melampaui batas minimal.
Dengan terpenuhinya seluruh kriteria tersebut, Muhammadiyah menetapkan awal Syawal 1447 H jatuh pada 20 Maret 2026. (Egi)
Redaktur: ZB