Batam, News, Kepri
Egi | Senin 27 Jul 2026 17:41 WIB | 76
Tangkapan layar video pekerja Luxor Spa yang viral di medsos (istimewa)
Matakepri.co.id Batam - Konten video milik salah satu pusat kebugaran dan pijat refleksi Luxor Spa di kawasan K Square Batam mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial. Konten yang diunggah melalui akun Instagram tersebut menampilkan sejumlah pekerja wanita mengenakan pakaian minim hingga bikini, sehingga menuai beragam reaksi dari masyarakat.
Video berdurasi singkat itu dinilai tidak layak ditayangkan secara terbuka di platform digital yang dapat diakses oleh semua kalangan, termasuk anak-anak dan remaja. Sejumlah warganet mempertanyakan etika promosi yang dianggap terlalu mengeksploitasi unsur sensual demi menarik perhatian publik.
Kehadiran konten tersebut memicu kekhawatiran karena dinilai tidak sejalan dengan norma kesusilaan serta nilai budaya yang selama ini dijunjung masyarakat Batam. Bahkan, sebagian pihak menilai materi promosi semacam itu berpotensi bersinggungan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai pornografi dan penyebaran konten tidak pantas di ruang publik digital.
"Bagaimana jika video seperti ini ditonton anak-anak?" tulis salah seorang pengguna media sosial, mewakili banyak komentar serupa yang bermunculan sejak video itu beredar.
Sorotan publik pun semakin menguat mengingat Batam selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan yang mengedepankan citra wisata keluarga, kuliner, belanja, olahraga, budaya, hingga wisata bahari.
Menanggapi polemik tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, menegaskan pihaknya akan segera memanggil pengelola usaha terkait untuk meminta penjelasan.
"Kita akan panggil pengelolanya untuk klarifikasi," kata Ardiwinata saat dikonfirmasi, Senin (27/7/2026) sore.
Ia menyayangkan beredarnya video promosi tersebut karena dinilai tidak mencerminkan arah pengembangan pariwisata Batam yang selama ini dibangun pemerintah daerah.
"Tentu tidak baik karena pariwisata Batam dikemas sebagai destinasi wisata kuliner, sport tourism, MICE, budaya, religi, wisata bahari, agrowisata, ekowisata, dan shopping," tegasnya.
Menurut Ardiwinata, pemanggilan akan dilakukan sebagai langkah klarifikasi sekaligus pembinaan agar promosi usaha pariwisata tetap berjalan sesuai koridor etika, norma sosial, dan citra pariwisata daerah.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen usaha yang menjadi sorotan belum memberikan pernyataan resmi terkait kritik dan reaksi masyarakat terhadap video promosi tersebut. Sementara itu, unggahan yang memicu kontroversi diketahui sudah tidak lagi tampil di akun media sosial yang bersangkutan.(Egi)
Redaktur: ZB