Batam, News
Riki | Jumat 18 Sep 2026 23:06 WIB | 216
Komisi II DPR RI bersama Badan Bawaslu. (Foto: Daulay)
Matakepri.co.id, Batam - Komisi II DPR RI bersama Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) mendorong mahasiswa di Kepulauan Riau (Kepri) untuk mengambil peran aktif dalam mengawal integritas dan demokrasi melalui pengawasan partisipatif Pemilu.
Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi dan Penguatan Pengawasan Partisipatif dalam Pengawasan Penyelenggaraan Pemilihan Umum yang digelar Bawaslu di Gedung Samsat Graha Kepri, Batam, Jumat (18/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00 hingga 11.00 WIB itu dihadiri Ketua Komisi II DPR RI Dr. H. M. Rifqinizamy Karsayuda, S.H., M.H., Anggota Ombudsman Republik Indonesia beserta jajaran, serta sejumlah pejabat pemerintah daerah. Hadir pula jajaran Bawaslu Provinsi Kepri dan Bawaslu Kota Batam, pimpinan perguruan tinggi se-Kota Batam, civitas akademika, serta mahasiswa dari berbagai kampus.
Dalam arahannya, Ketua Komisi II DPR RI menekankan pentingnya peran generasi muda, khususnya mahasiswa, dalam menjaga kualitas penyelenggaraan Pemilu. Mahasiswa didorong tidak hanya menjadi pemilih di Tempat Pemungutan Suara (TPS), tetapi juga berperan sebagai pelopor literasi politik dan pengawas partisipatif di tengah masyarakat.
Kalangan mahasiswa dan civitas akademika juga diharapkan memiliki sikap kritis serta keberanian untuk melaporkan dugaan pelanggaran atau kecurangan Pemilu melalui mekanisme yang tersedia. Keterlibatan masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat pengawasan pada setiap tahapan Pemilu.
Selain itu, kegiatan tersebut menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga legislatif, Bawaslu, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi. Sinergi lintas lembaga tersebut diarahkan untuk memperkuat pengawasan partisipatif sekaligus mendorong penyelenggaraan Pemilu yang transparan, adil, dan berintegritas di Kepri.
Kegiatan juga diisi dengan penyerahan simbolis alat peraga dan atribut pengawasan partisipatif oleh Ketua Komisi II DPR RI kepada perwakilan perguruan tinggi dan pejabat daerah. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama dan foto bersama seluruh tamu undangan serta mahasiswa yang hadir.